My Quote in Facebook


Quote #1

Quote #2

 

Quote #3

 

Quote #4

 

Quote #5

 

Quote #6

 

Quote #7

 

Quote #8

 

Quote #9

Iklan

Bagaimana Biasanya seorang Top Management Memimpin


Selama kerja, sudah beberapa orang Top Management yang saya alami, Top Management, lebih enak mengamatinya, karena keputusannya akan begitu mengubah kultur sebuah perusahaan, 9X saya mengalami kepemimpinan tinggi di setiap perusahaan, 9 orang dengan latar belakang berbagai ras, suku, negara, bangsa dan agama. Oke, kita tidak bahas jauhyang begituan, lagi hot-hot isu “pribumi” sekarang mah…
Setelah saya amati, Setiap dari mereka memiliki prioritasnya sendiri saat memimpin perusahaan untuk memastikan produktiftas para pekerjanya, efektifitas kinerja dan kualitas pekerjaan. Berikut satu prioritas mereka :
1. Wibawa, Charming & Marwah
Ada tipikal Direktur yang selalu menjaga wibawa dan terlihat bijaksana di depan anak buahnya. Beliau jarang bicara soal data statistik, kesejahteraan karyawan maupun engagement.
Terakhir saya temukan pemimpin seperti ini memiliki ruang kerja yang luas, merokok di ruangannya, fasilitas lengkap : kulkas, dispenser, coffe machine, memiliki asisten pribadi dan gaya pakaian dan berjalan mirip kepala gengster.
Cukup sukses, karena saat itu beliau berhasil memimpin 10.000 karyawan dengan kewibawaannya, kemisteriusan isi kepalanya dan keseganan karyawan kepadanya. Bahkan berhasil mengantarkan perusahaan tempat saya bekerja untuk membuat plant baru dengan karyawan 15.000 lagi. Luar biasa.
Beliau dikenal dengan nepotismenya, jadi tidak aneh jika menemukan keponakannya sebagai manajer di departemen A, adiknya di departemen B, karena tidak ada larangan untuk itu di perusahaan ini. OK, I think ini tidak terlalu penting.
Jika kamu kebetulan dipanggil dan masuk keruangannya, maka suasana akan tiba-tiba angker, wangi ruangannya khas dan kamu akan mendengar gaya bicaranya : nada rendah lalu nada tinggi, marah-marah, di bilang tidak becus lah, pokoknya emtional shock deh tiap meeting tanpa pemaparan dan pengulasan project yang kita sajikan dikupas dengan detail. Lalu berakhir dengan nada rendah lagi dan ditutup dengan kata-kata mutiara yang menggugah membuat kita pulang dengan motivasi tinggi. Aku curiga pemimpin ini memiliki indera keenam, karena dia mampu menilai sebuah project hanya dengan baunya dan sekilas penjelasan.
Hmm… Jangan pernah berharap akan ditanya beliau di area lapangan produksi, tapi sekali kamu ketahuan sedang berbuat kesalahan, yah… mungkin besok kamu sudah gak usah kerja lagi.
Amazing leader, dan anehnya, saya rindu beliau. Entah beliau masih bekerja di tempat lama saya atau tidak. Sampai saya keluar, beliau masih bekerja disana. Saya hanya rapat 1-2 kali saja dengan beliau, yah… kalau audit penting saja. Tapi kebetulan ruangan saya sebelahan, jadi tau lah dikit-dikit bagaimana kalau dia tiba-tiba memanggil orang yang siap disidang.
2. Semua bisa dihadapi dengan santai
Type direktur yang yah,,, pembawaannya santai aja, biasa aja, ada dan tiada rasanya sama. Di bawa bicara tentang data tehnikal beliau manggut-manggut tapi nampak gak ngerti, kalau ada masalah kedisiplinan juga yah, hanya menasihati tanpa ada tendensi.
Bos seperti ini biasanya panjang umurnya, tapi pendek umur karirnya πŸ˜€ Terbukti, hanya bekerja sekitar 6 bulan saja selama masa transisi perusahaan, beliau langsung diganti.
Belakangan kami mafhum, beliau sudah sepuh, jadi yah… tak boleh mikir berat-berat, tak boleh marah-marah, nanti darah tinggi kumat. Asam lambung meningkat. Jadi santai aja…
Pasti masa mudanya juga produktif, sehingga bisa dipercaya dengan posisi setinggi ini
3. Kemarahan & Hukuman
Jadi, ada Direktur yang kerjanya maraaah, mulu, ga ada deh yang baik dimatanya, seriously. Pernah nemu boss kaya gini? Kelar hidup lu! Karena sedikit sekali orang yang bisa bertahan lama didekatnya. Terbukti, selama 1 tahun perusahaan kami di pimpin bos seperti ini sampai sekitar 5X sekretaris pribadinya di ganti. Amazing kan?
Karena tempat kerja kita berdekatan, maka sudah biasa lah, ada teriak-teriak dari ruangannya, caci maki, gebrak meja, lempar handphone.
Beberapa orang yang kena marah kadang balas marah. Dan ini menariknya, salah satunya manajer saya waktu itu, pernah kaya gitu, dia dimarahin, lalu dia balas marahin Pak Direktur! Amazing gak? Berani gak? Tapi disini yang membuat saya terharu, 5 menit kemudian Manajer saya balik lagi ke ruangan Direktur, dan meminta maaf.
Yah, kalau ketemu Boss kaya gini, dengerin aja, ikutin aja, di balas ga bakalan mempan. Saya pernah factory tour – Gemba istilahnya – Dan agan tau apa yang dia lakukan di lantai produksi ? Marah-marah! Lihat operator lagi kerja, dimarahin, kerja tuh yang cepat! Cara kamu salah! Begini! Pokoknya heboh, ada tim yang salah, di panggil semua operator di line itu, lalu dia jelasin cara kerja yang benar dengan marah-marah.
Mantap! Dia seolah memakai batu batre alkalin yang awet untuk energi beliau marah-marah tanpa lelah dan rasa gak enak hati. Sudah banyak orang yang sakit hati bahkan sampai beliau keluarkan… cuma gara-gara kesiangan, salah laporan, dsb, dsb. Tapi itulah, buat beliau cara seperti itu : Kemarahan dan Hukuman, adalah cara memimpin yang terbaik.
4. Keuangan
Pernah punya Direktur yang latar belakangnya finance? Asik loh, apalagi buat kawan-kawan yang latar belakangnya engineering, kalau mau propose investment buat improvement, semuanya, selama secara logika dan rasional bisa memberikan saving yang baik, maka beliau tidak akan bertanya lebih detail tentang hal tehnikal.
Jadi, saya pernah punya Direktur seperti ini, beliau jarang sekali mengarahkan maupun menuntut data yang ribet dari sebuah improvement, beliau juga tidak pernah menuntuk crazy improvement, tapi kamu harus bisa menjelaskan secara sederhana tentang bagaimana project kamu bisa menghemat pengeluaran perusahaan.
But, don’t try tipu-tipu, karena biasanya orang finance ini begitu detail dan teliti banget, kamu buat proposal, salah huruf, bakal minta diketik ulang tuh, tanda tangan gak mirip? Bakal butuh konfirmasi ulang tuh, kalkulasi ribet dan lengkap tapi kurang logis, bakal minta ngitung ulang tuh, pokoknya harus siap-siap aja 2-3 kali revisi kalau ngajuin proposal πŸ˜€
5.Lamanya Jam kerja
Hah, kali ini saya mau share pengalaman kerja yang agak pahit-pahit asem, saya juga cuma kuat 4 hari doang kerja dengan Boss seperti ini, terakhir saya interview ulang di tempat ini karena mentok buat pulang kampung, gak jadi saya ambil πŸ˜€ Karena life balance memang kurang sehat.
Bagaimana tidak, kamu bakal diminta stand by di tempat kerja selama lebih dari 11 Jam, dan tanpa pekerjaan yang jelas, gak ada follow up apa-apa, pekerjaan gak seberapa, tapi kamu tetep bin kudu overtime selama 2 jam sehari -_-“
Tidak heran, kalau kawan-kawan kerja menghabiskan 2 jam lemburnya dengan ngerokok, ngopi dan seduh mi instan, Di produksi pun sama, improvement gak guna, karena kamu punya jam kerja yang banyak, investment buat automasi gak bakalan begitu di respect kalau bukan cuma untuk kosmetik, karena karyawanmu OT tiap hari.
Tapi buat office staff, 2 jam itu berharga, dan kalau harus dihabisin di pabrik aja, adu du duh… sayang e… Cuma ya, begitulah, Boss tipikal ini akan menuntuk anda menjadi KDP alias Kolot di Pabrik πŸ˜€
Saya kurang setuju kalau semakin banyak waktu yang kamu sisihkan untuk bekerja, maka akan menjamin pekerjaan semakin baik, menurut saya, hidup pribadi dan hidup di pekerjaan itu harus seimbang, anda setuju?
6. Follow Up
Jika Direktur dengan point 5 itu orangnya ramah, lebih santai dan bersahabat karena deadline bisa berubah kapan aja, maka tidak begitu dengan nomer 6 ini, Direktur type ini akan beranggapan bahwa semakin sering neg-follow up, maka hasil pekerjaan akan semakin baik.
Cirinya ? Tiap hari bakal nanya : Ngapain kamu hari ini? Terus mau ngapain? Terus lusa ngapain? Kemarin ngapain? Jadi cuma segini aja? Kamu kerja ngapain aja? Terusss aja, gak ada di meja kamu diteleponin, kalo diem di meja, kamu ditanya lagi ngapain?
Kamu ngambil cuti, dikepoin! Mau kemana? Bisa gak besok aja? Nikahan sodara? Sodara asli apa bukan? Bisa diwakilin gak? Sodara nya cewek apa cowok? Ada yang lahiran… Lahiran dimana? Emang penting? Bisa gak kerja aja? Yang lahiran suaminya apa istrinya? #ngaco
Hah… Tiap minggu harus kirim progress kerja, tiap pagi, meeting 15 menit buat laporan pekerjaan kemarin dan hari ini mau ngapain, pokoknya nempel banget kaya prangko.
Bagus memang Boss seperti ini, sampai sekarang beliau masih bekerja di tempat kerja yang lama. Awet. Cuma saya nya yang ga awet, dari sekitar 15 orang tim kami saat itu, sampai sekarang ga ada satu pun yang masih kerja, dan selama kerja, ga ada satu pun yang betah… haha, termasuk senior supervisor saya, Oops πŸ˜€
7. Kekeluargaan & Persahabatan
Ini yang paling enak, Direktur yang melindungi, yang percaya bahwa produktifitas dan efisiensi akan meningkat selama ada ikatan kekeluargaan dan persahabatan di dalam perusahaan. Beliau kadang marah, kadang mengoreksi, kadang mengarahkan, kadang memuji, seperti pemimpin pada umumnya.
Tapi buat kami, para pekerja, Beliau disamping Direktur juga seperti ayah. Beliau tidak segan bertanya bagaimana kabar keluarga di rumah? Kapan keluarga mau dibawa ke Batam? Diskusi tentang program bulanan yang bisa membuat karyawan lebih betah di tempat kerja saya.
Tidak heran, ketiak beliau pergi, banyak yang kangen, banyak yang nangis, banyak yang merasa kehilangan. Turn over rate perusahaan juga gak tinggi, yang salah dibina, yang berhasil di promosi, beliau selalu percaya bahwa kami pasti bisa kalau berfikir dan berusaha. Baginya, setiap karyawan adalah keluarganya. Beliau tidak segan juga menyumbang kalau ada kegiatan sosial. Wah enak banget deh pnya bos kaya gini. Bahkan kalau teamnya ada benernya, meski dia salah, kalau memang tidak fatal dan masih bisa diperbaiki, beliau lindungi dan arahkan. Bahkan buat yang single, beliau cariin jodoh, sampai nikahnya, haha.. Banyak kenangan manis saat punya Direktur seperti ini.
Beliau adalah Pak Djadjar Widodo πŸ™‚ I miss you pak, semoga bahagia di sana.
8. Perbaikan Berkelanjutan
Ada bos yang bener-bener percaya bahwa produktifitas itu bergantung pada improvement, maka gaya kepemimpinannya adalah ya itu… selalu berubah, kita sebagai karyawan kadang ketar ketir, kadang ruangan kantor berubah, kadang tiba-tiba rotasi kerja, kadang boss juga berubah. Pokoknya berubah.
Yah, as long as better, improvement itu baik. Cuma saya fikir ada baiknya jangan terlalu cepat, karena terkadang dari sebuah perubahan perlu ada masa sejenak untuk menjaga stabilitas
9. Data statistik & Teori
Ada pemimpin yang benar-benar yakin bahwa kemajuan perusahaan itu harus sesuai dengan teori, tehnik, data statistik dan metode semuanya harus sesuai dengan teori tanpa harus ada adjustment mengikuti kondisi di lapangan. Jika ada perbedaan, maka masih ada yang salah dan harus sesuai dengan apa yang dikemukakan teori.
Rules 1, Teori itu benar
Rules 2, Jika Teori itu benar, baca rules 1
10. Akhlak & Etika Karyawan
Ada Direktur yang percaya bahwa yang paling menentukan kemajuan perusahaan adalah etika dan etos kerja karyawan, maka jika Anda karyawan dengan direktur seperti ini, harus benar-benar menjaga diri dan disipilin, karena dia tidak segan patroli, mengecek data absensi, memeriksa CCTV jaga-jaga ada karyawan yang gak kerja, dsb. dsb
Yah begitulah, setiap Direktur selalu memiliki prioritas dan gaya kepemimpinanya masing-masing. Haha, I don’t know ini tulisan sebenarnya boleh di publish atau tidak πŸ™‚ Tapi, semoga ada pelajaran yang bisa diambil.
Pemimpin seperti apakah saya?
Mau jadi pemimpin yang seperti apakah saya?
Apakah cara memimpin yang selama ini saya bawa sudah benar?
Tulisan ini sudah diposting disini :

https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FMusakautsar5%2Fposts%2F10209091106588724&width=500

Another Trip in Jakarta


 

Haha… Bisa bikin slide kaya gini ya sekarang :), Ini my another story selama kami tinggal di Jakarta + Jalan-jalan ke teman proklamasi.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Pemenang bukan mereka yang tertawa sekarang, tetapi mereka yang senyumnya belakangan

 

Life is All about a story for next better life

 

Yang saya tahu, tuhan itu ada dua :
Tuhan yang menciptakan manusia dan Tuhan yang diciptakan manusia
(PK)

Agar Tidak Lupa dengan Kata-Kata Sendiri


#1

Masalah akan selalu ada, beres satu akan datang lagi yang lain.
Kadang kita merasa, kalau masalah ini udah beres, pasti hidup akan lebih tenang.

Ternyata enggak, malah datang lagi masalah dan rasanya yang sebelumnya itu lebih mudah.

Begitulah, masalah akan selalu ada dalam hidup hingga kita mati. Begitulah Sunnatullah agar kita hidup naik kelas dan terus mencari Allah, dekat dengan Allah.

Beberapa orang, akan diberikan petunjuk dalam hatinya. Maka meskipun dia dapat masalah beraneka macam, dia tenang, senang.

orang-orang mungkin bilang : Kamu gak khawatir? kamu kan gini? kamu kan gitu?

maka dia akan jawab : Ya, oke, ga apa-apa, tenang aja.

(Summarize from a youtube video)

 

#2

Lakukan 2B + 2L :
1. Berani mengakui kebaikan, kelebihan & Jasa orang lain. (Jangan dengki atas kelebihan orang lain, karena itu berarti kita tidak ridho dengan nikmat Allah, kedengkian kita tidak akan mengurangi kenikmatan orang lain dan tidak akan memindahkan kenikmatan orang lain kepada kita.

2. Bijak pada kesalahan orang lain ( memaafkan sebelum orang lain minta maaf & tidak mengungkit-ungkit kesalahan orang lain, tidak mengkritik orang lain di depan umum)

3. Lupakan jasa & kebaikan diri ( jangan ingin dipuji oleh makhluk, karena pujian orang lain tidak akan memberikan manfaat sedikit pun, kita hanya dipilih Allah sebagai jalan kebaikan & manfaat untuk orang lain. Tidak perlu menunggu balas Budi orang lain)

4. Lihat kekurangan diri sendiri & perbaikilah.

(KH. Abdullah Gymnastiar )

#3

Kadang kekhawatiran itu datang terlalu prematur,
Anak baru lahir dah mikirin gimana nanti kuliahnya,
Kerja baru mulai dah mikirin gimana nanti kenaikan gajinya,
Mungkin lewat Shalat Allah ngingetin kita biar terus khusyu’, ga di shalat tapi juga pada hidup…
Tetap ingat, menikmati dan mensyukuri pada apa yang ada saat ini, ga perlu mengkhayal jauh2, ga perlu mikir kemana2… Khusyu’ aja, insya Allah lebih bahagia

#4

My beloved santri, Semoga bisa terus berlanjut pengajiannya hingga yaumul kiamah

 

 

#5

Allah tahu segalanya, tanpa perlu kita ceritakan apa-apa

#6

Akan selalu ada langit diatas langit

#7

Penduduk Indonesia saat ini 261,1 juta, tahun 1960 hanya 87,7 juta.
Setiap tahun penduduk bertambah 3juta orang, atau 8300 orang bertambah setiap harinya!

Lalu kita merasa istimewa apa? Apa yang mau diistimewakan, orang kaya kita aja tiap hari lahir 8300 orang!

Dan mereka setiap harinya makan!
Subhanallah…

 

#8

Mengingat banyaknya perempuan Indonesia yang jadi ibu rumah tangga, kenapa Kemendikbud tidak membuat jurusan keibu rumahtanggan?

#9

Hal pertama yang kita lakukan saat bertemu sama orang yang kurang menyenangkan adalah bersyukur bahwa kita enggak kaya gitu

#10

Kalau hidup ga ada masalah,
jangan nyari masalah.
banyakin syukur aja (AA Gym)

Another Quote to Remember


You need to read…

 

Another My Quote :

Quote #1

Kalau Nabung 10rb per hari,

perlu berapa lama waktu yang di butuhkan buat jalan2 keliling dunia? Ke tempat2 indah…

100 tahun aja belum tentu cukup…

Ini infak 10rebu, itu pun ga tiap Jum’at,

cita-cita nya pengen ke surga,
yang luasnya dunia ini ga ada apa2nya,
Yang indahnya dunia ini ga ada apa2nya,
Bidadari nya ga ada tandingannya di dunia…

Ga mau di hisab lagi,
Pengen adem di Yaumil Mahsyar,
Pengen ga lelah…

Yakin?

 

Quote #2

Pengen jalan-jalan ke Amerika, ke Paris, ke Belanda, ke Jepang… Aja perlu perjuangan panjang

Apalagi ke surga
(Ust. Syafiq RB)

Quote #3

Antum boleh tidak setuju sama pendapat ana, tapi perbedaan pendapat itu jangan membuat kita saling mencela…

(Ust. Adi Hidayat)

Quote #4

KEUTAMAAN IHLAS

Bahwa ada satu kisah tentang seorang lelaki yang mati di Medan perang, dia merasa berjuang di jalan Allah, tapi tidak diterima oleh Allah.

Kurang hebat apa coba? Mati di Medan perang fisabilillah… Tapi tetap saja Allah masukkan dia ke neraka.

Perjuangannya di tolak sama Allah!
Ini tentu sangat mengerikan…

Ternyata yang salah bukan pada amalannya…
Tapi pada hatinya

Begitupun penceramah, ustadz dengan banyak jama’ah, ataupun share status dakwah, kalau salah niat, alih-alih ridho, malah dapat siksa…
(Na’udzubillah)

Sebaliknya, di Depok, ada marbot yang setelah 30 tahun dimakamkan waktu di gali jenazahnya ternyata masih terjaga.

30 tahun setelah wafat! Baru Allah perlihatkan keistimewaan nya.

Ada juga tentara yang awet jenazahnya, menurut informasi beliau ini hanya takut kepada Allah, enggak takut sama atasannya.

mereka yang terjaga jenazahnya ini adalah waliyullah, Allah cinta kepada mereka, disampaikan kepada malaikat Jibril, lalu malaikat menyampaikan berita itu kepada penduduk langit dan bumi, hingga binatang pun tak mau menyakiti jasadnya.

Apapun profesi kita, insyaallah​, selama ibadah kita bener, caranya bener, istiqamah dan niat kita bener, ada peluang untuk dicintai Allah.

(Dinukil dari ceramah KH. Abdullah Gymnastiar)

Quote #5

Abdullah bin ummi Maktum, sahabat Rasul, kesholehan nya dipuji Allah pada surat ‘abatsa, tuna netra, rumahnya jauh ke mesjid, mesjid nya sederhana, rajin shalat awal waktu dan i’tikaf di mesjid.

Khatib mengingatkan kepada pribadi dan jama’ah sekalian:

kita….
sahabat bukan, ga ada satupun ayat yang turun memuji kesholehan kita, mata sehat, mesjid Deket, mesjid nya nyaman, karpetnya empuk, adem

pengennya masuk surga firdaus tanpa dihisab!

Apa sudah selalu shalat awal waktu dan i’tikaf di mesjid?

(Ust. Adi Hidayat Lc)

 

Quote #6

Yuk merdeka kan Indonesia dengan hidup sederhana secukupnya, kendalikan emosi dan stop usil sama urusan dapur orang.

Quote #7

Kadang kita terlalu menginginkan lebih dari apa yang kita butuhkan, kita hanya menyangka bahwa hal itu pasti indah, ternyata malah jadi sumber masalah.

Kadang menjalani hidup ini saya lihat seperti orang berpuasa, saat puasa pengennya banyak makanan saat berbuka, pengen minum bergelas-gelas, beraneka jus dan beraneka lauk, rasanya bisa melahap semuanya.

Dalam bayangan, rasanya kita akan mampu menikmati semuanya, beberapa orang bahkan tidak hanya membayangkan tapi membelinya,mengumpulkannya, menatapnya.

Tapi ternyata pas buka, nasi sepiring dengan lauk favorit dan segelas air udah bikin seger lagi, kenyang dan cukup.

Kadang seperti itu hidup, pengen punya koleksi kendaraan bagus dan yang paling canggih, punya tanah banyak dimana-mana, rumah mewah mentereng dan megah, wisata ke banyak tempat yang menawan dan indah.

Meskipun pada akhirnya itu semua ternyata lebih dari apa yang kita butuhkan, padahal pada ujungnya tidak banyak harta dan perjalanan yang benar-benar kita nikmati, bahkan gak banyak memori yang bisa kita kenang.

Ternyata mungkin hanya satu rumah di kampung halaman yang cukup menenangkan hati dan perasaan, ternyata hanya satu kendaraan yang pertama kita beli yang benar-benar bisa bikin nyaman, ternyata hanya beberapa perjalanan yang sangat mengesankan dan menginspirasi.

Beberapa informasi, pergaulan, iklan dan hiburan mengarahkan pada kehidupan hedonisme dan kapitalisme, yang mengantarkan kita pada sebuah kesimpulan bahwa hidup bahagia itu berarti menerima sebanyak-banyaknya, menikmati sebanyak-banyaknya.

Ini bener apa salah?
Mungkin sebaiknya begini aja : terima secukupnya, dan bagikan selebihnya

Quote #8

Kalau Allah udah berkehendak,
Ga usah capek, diem aja semua beres…

Quote #9

Ada penyakit yang penderitanya ngerasa sehat saja, tapi tanpa sadar dia sangat merusak.

Penyakit itu mungkin ada di banyak orang, dan mungkin orang itu gak sadar. Karena memang belum ada teknologi yang bisa mendeteksi penyakit itu.

Apakah dia?
Menuhankan uang.

Penderitanya akan merasa aman saat ada uang, akan merasa sempurna hidupnya saat ada uang, merasa dilindungi oleh uang, merasa bangga saat ada uang.

Lupa kalau uang itu gak punya daya apa-apa.

Lupa kalau meskipun ada uang, Allah gak melindungi dia, dia tidak akan pernah terlindungi dari apapun.
Lupa kalau meskipun ada uang, Allah gak ridho sama dia, hidupnya gak akan sempurna.
Lupa kalau meskipun ada uang, Allah gak suka sama dia, dia tetap aja hina.

Lupa kalau yang ngasih kesehatan itu Allah bukan uang,
Lupa kalau yang ngasih ketenangan itu Allah bukan uang,
Lupa kalau rezeki itu bukan cuma uang

Lupa kalau rejeki itu udah diatur sama Allah, tapi gak mendekat juga sama Allah

Itulah, apa kita termasuk orang yang lupa?

Quote #10

Aku mencintaimu dengan cinta yang sederhana, tak berlebihan namun tak berkurangan.

Yang aku khawatirkan memang bukan pada apakah aku mencintaimu atau tidak, tapi apakah caraku mencintaimu benar atau tidak? apakah alasanku mencintaimu benar atau tidak?

Aku tak pernah yakin seberapa besar cintaku padamu, karena manusia sepertinya tak pernah tahu sebesar apa sebenarnya rasa cinta,aku hanya ingin mencintaimu cukup, adil dan benar. Itu saja. Dan segitu aja, aku rasa sulit.

Aku tak ingin membuatmu bangga, bahagia atau aman karena kehadiranku. Biar aku berusaha, tapi sejatinya jika pun ada itu bukan dariku.

Karena aku tak lebih dari sepetik kapas bahkan lebih kecil daripada itu, tak punya daya apa-apa. Tak punya kekuatan apa-apa.

HAKIKAT HIDUP


Sejatinya hidup bukanlah untuk mengejar dunia yang segini-gini aja.

Bukan untuk punya mobil, rumah & segala kemewahan

yang ternyata setelah kita dapatkan rasanya ya gitu-gitu aja

Yang ternyata setelah kita kumpulkan, ternyata waktu hanya sebentar saja

Lalu saat sadar, ternyata sisa hidup pun tinggal sebentar untuk memperbaiki diri

Karena hidup ini sejatinya adalah untuk memperbaiki diri,

menjadikan diri sebagai orang beruntung

dengan cara menjadi lebih baik seiring bertambahnya waktu

Tidak jadi orang merugi dan tidak menjadi orang yang celaka

Caranya bagaimana?
*Ada 5Β :*

*1. kita tidak akan menjadi manusia yang lebih baik kalau kita tidak mau sadar, dan tidak mau jujur dengan siapa diri kita sebenarnya!*

Kita lebih suka menilai topeng, daripada menilai siapa sebenarnya kita

Biasakan jujur melihat diri kita tanpa memandang : Jabatan, harta, keturunan, popularitas dan sebagainya!

Kita tertipu dengan hanya melihat diri kita sebagai atasan, pemangku jabatan, senior, orang yang disegani, ahli!

Kita tertipu dengan hanya melihat diri kita sebagai orang kaya, berkecukupan, hartawan, glamor, bermobil, penuh kemewahan!

Kita ltertipu dengan hanya melihat diri kita sebagai manusia berketurunan baik, ulama, pejabat, hartawan!

Kita tertipu dengan hanya melihat diri kita sebagai orang yang diikuti, banyak follower, banyak yang like, banyak yang memuji!

Dengan itu semua, lantas merasa mulia, merasa sudah baik

Padahal Jabatan, harta, keturunan dan popularitas bukan ciri kemuliaan seseorang,

kita tertipu!

Dengan adanya Jabatan, harta, keturunan dan popularitas kita terkunci untuk introspeksi diri!

Kita lupa, bahwa kunci kemuliaan sebenarnya adalah ketakwaan!

Jabatan, harta, keturunan dan popularitas itu sudah di tuliskan untuk kita, bahkan sebelum kita ada

Itu semua bukan tanda karunia Allah,
Bukan tanda kemuliaan,
Bukan tanda bahwa Allah ridho…

orang istidraj bahkan bisa lebih tinggi Jabatannya, lebih banyak hartanya, lebih baik keturunannya dan lebih populer

Jabatan, harta, keturunan dan popularitas adalah ujian dari Allah…

Seperti jumroh, kita hancurkan topeng-topeng itu,

Kita tafakuri diri kita sebenarnya,

Mulai dari mulut kita…

Berapa janji yang tidak ditepati?
Berapa kebohongan yang telah dibuat?
Berapa kali mengucapkan kata2 yang berlebihan?
Berapa kali ghibah?
Berapa jumlah fitnah yang meluas?
Berapa orang yang tersesat karena kata-kata kita?
Berapa hati yang hancur karena ucapan kita?

Itu baru mulut!
Betapa sering menghiasi bibir dengan lipstik, tapi kata-kata setajam belati?

Hati-hati lah dengan lisan, karena orang bisa masuk dan keluar dari Islam pun bisa disebabkan lisan

Yuk tafakur, kalau bisa tulis kekurangan-kekurangan kita

Catat

Jangan terus sibuk membenarkan diri

Jangan terus sibuk membela diri,
Jujur saja… Jujur

*2. Cari teman yang bisa jadi cermin,*

Yang jujur melihat siapa kita, jujur melihat kekurangan-kekurangan kita, mau mengoreksi kita, mengarahkan kita

Bukan teman yang hanya bisa memuji, yang hanya bisa menipu kita,

Misalnya ada upil di hidung kita, kita lebih butuh orang yang memuji hidung kita mancung

Atau teman yang bilang bahwa ada upil di hidung kita?

Masalahnya kita pun suka berteman dengan para penipu, yang menjilat dan memuji-muji kita, yang asal nyaman tanpa pernah menunjukkan kekurangan kita

*3. Cari guru yang seperti dokter, bisa memperlihatkan penyakit hati kita*

Karena ada orang yang meski berilmu tinggi, berusia sepuh…

Tapi kekanak-kanakan, tidak jelas, tidak dewasa dan tidak mau berguru.

*4. Beruntunglah karena banyak orang yang ga suka sama kita*

Karena mereka dengan “tulus” melihat kekurangan-kekurangan kita

Jangan bawa perasaan,
BAPER itu bukan bawa perasaan, tapi BAWA PADA PERBAIKAN

*5. TAFAKURI orang disekitar kita,*

Lihat yang baik, lihat betapa tenangnya dia, lalu ikuti

Lihat yang sombong, betapa buruk mereka, kita jangan!

Lihat yang sabar, betapa ringan hidupnya, kita pun harus begitu

Di sekeliling kita itu ilmu semua

Jangan sibuk nyari solusi, jujur aja dulu lihat diri kita,

Karena kalau kita ga jujur, kita yang sebenarnya jadi masalahnya

Jangan terus cari pembenaran diri

Yuk kita berubah jadi lebih baik,

*Sekecil apapun kita, kalau kita terus memperbaiki diri, maka kita bisa jadi solusi*

*Tapi sebesar apapun kita, kalau kita tidak mau memperbaiki diri, maka kita cuma akan jadi masalah*

(Dinukil dari ceramah KH. Abdullah Gymnastiar)