Era Tinggal di Jakarta (2017- ...)

Catatan Harian 89 : Catatan Perjalanan Umroh


Kamis, 7 Robi’ul Awwal 1440H

P_20181115_094553.jpg
Stasiun klender, sudah berubah ternyata

Kamis pagi saya pulang, menaiki kereta dari klender sambil membawa koper, saya melaju menembus jakarta dan bogor. Selepas menaiki gojek dan transjakarta lebar dengan nyaman, kesulitan justru dialami saat naik kereta, tidak mudah, ferguso! Pasalnya sekarang stasiun klender sudah baru, naik keatas dulu, dan kereta jurusan bekasi tetap saja padat meski bukan di jam kerja.

 

P_20181115_124522.jpg
Stasiun Bogor Paledang

Jam 8 saya berangkat dari rumah untuk menaiki kereta bogor di jam 12.30. Jam 15.00 saya sampai Sukabumi sesuai jadwal, menaiki kereta tidak begitu terasa. Belakangan ini terasa lebih cepat. Hari itu saya berangkat bareng dengan seorang bapak dari sudajaya, ramah orangnya, baru pulang mengantar cucunya katanya.

DSC_0016.JPG
Kerbau berkeliaran di sawah

Sampai di Sukabumi, saya Sempat 3 kali berpindah gojek untuk memanfaatkan promo dan berbagi rejeki dengan tukang ojek, akhirnya saya naik angkot dengan cara “nangkel” karena penuh sampai rumah. Sampai rumah kaget, katanya ada cucu mualim yusuf kecebur kolam!

P_20181115_201435.jpg
Jabir selepas dari UGD dan masuk ICU

Ternyata anak saya! Jabir yang kecebur kolam! Akhirnya saya hanya sebentar di rumah, langsung ke rumah sakit saya menyusul Bapak. Alhamdulillah Jabir selamat, hanya masih kritis. Sore itu saya bernadzar, hamba mohon selamatkan Jabir, hamba ikhlas jika Jabir menjadi ulama, hamba bernadzar Jika Allah SWT berkenan menyelamatkan Jabir, hamba akan bersholawat 100X di makam Rasulullah SAW. Hamba mohon barokah dari kemuliaan Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan habaib waktu acara maulid semalam. Itulah yang menjadi motivasi kuat hamba untuk bersegera ke raudhoh dan makam Rasulullah SAW begitu besoknya saya sampai di masjid Nabawi.

P_20181116_055130_HDR.jpg
Gunung gede pagi hari dari atap ruang ICU RS Bunut, Sukabumi

Malam itu saya menginap di rumah sakit, bersama Ummah, menikmati malam terakhir sebelum berangkat Umroh berdua di lantai 3 ruang ICU yang lebih mirip barak. Tak apa, hati kami masih terasa lapang, menyadari Jabir masih berada bersama kami malam itu.

Jum’at, 8 Robi’ul Awwal 1440H

 

DSC_0032.JPG
Foto bersama keluarga sebagai perpisahan sebelum berangkat umroh 

Jum’at jam 9 kami berangkat dari rumah, kami dilepas dengan suasana haru, hati sebenarnya masih berat : Jabir masih di rumah sakit, Ummah lagi sibuk mengurus di rumah sakit, Jarir dan Najmi sudah semalaman tanpa Ummah. Bapak aki berdoa di depan rumah lalu Bapak adzan. Saat itu, suasana haru menyelimuti, saya menangis.

DSC_0033.JPG
Suasana kamar di hotel ibis

Jam 10 kami menaiki kereta, lalu di jemput tim kompas TV di stasiun Bogor, berlanjut ke hotel ibis di Bandara. Disana kami sudah di sambut panitia, diberi makan siang, lalu istirahat hingga maghrib. Sebelum dinner saya ada syuting bareng tim dokumenter sampai maghrib, selepas dinner kita langsung mengikuti manasik sampai jam 10.30 lalu istirahat.

44836716_338782386701415_5590006699131308991_n.jpg
Saya masuk postingannya allianz indonesia 🙂
DSC_0057.JPG
Peserta kado Umroh Allianz tengah mengikuti manasik

 

 

 

 

 

 

 

 

Sabtu, 9 Robi’ul Awwal 1440H

View this post on Instagram

Bagi umat muslim datang ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah adalah sebuah mimpi yang ingin diwujudkan. Ada yang beruntung bisa langsung menunaikannya tanpa pikir panjang, tetapi juga ada yang masih menjadikan kalimat di setiap doanya. Kali ini, Allianz melalui #KadoUmrohAllianz hadir sebagai tempat untuk berbagi kebaikan, menceritakan kisah sosok inspiratif terdekatnya yang bermimpi datang ke tanah suci. 400 cerita sosok inspiratif sederhana itu terkumpul mulai dari marbot masjid, asisten rumah tangga, bahkan penjual kerak telor ada yang sampai saat ini memimpikan untuk bisa datang ke tanah suci. – Hingga hari itu tiba, Sabtu 17 November 2018, Allianz menyaksikan langsung senyum cerah di wajah mereka. 25 sosok inspiratif terpilih untuk mewujudkan mimpi mereka pergi beribadah umroh ke tanah suci bersama Allianz. Betapa haru suasana saat itu melihat mereka yang bahagia seakan tidak percaya mimpinya telah terwujud. Mari teman Allianz berdoa teruntuk 25 sosok inspiratif beserta 2 pencerita terbaik ini bisa menjalankan ibadah umrohnya dengan mabrur. – #Allianz #AllianzIndonesia

A post shared by Allianz Indonesia (@allianzindonesia) on

Hari sabtu, selepas sarapan, romobongan dari Majlis ta’lim sudah sampai Bandara di jam 8 pagi, mamah yang ditemani dengan ibu Ilma juga saya berpamitan selama 30 menit. Sementara itu jam 10.30 kita sudah berangkat menuju terminal 3. Jam 11 kita sudah di terminal 3, mengurus imigrasi, lalu menikmati makan siang di lounge Garuda.

DSC_0117.JPG
Najmi turut serta bersama pengantar

Waktu kita ke arab saudi justru kita dilarang membawa air, sepulang dari arab saudi, justru tidak di periksa sama sekali, kami menyesal juga tidak bekal air zam zam banyak-banyak.

DSC_0167.JPG
Suasana jamaah di boarding area terminal 3

Lama menunggu di boarding dari jam 13.30 sampai 15.00 akhirnya kita diminta naik pesawat. Pesawat pun melaju menembus langit Jakarta, laut jawa, Palembang, Kolombo, Irak hingga akhirnya sampai di Bandara Madinah jam 21.20 sesuai jadwal.
Perlu 1 jam untuk melewati imigrasi karena salah strategi mengambil antrian dan perlu 1 jam tambahan untuk transfer ke hotel di madinah. Ditambah lagi antrian pembagian kamar hotel dan persiapan di hotel, jam 12 kami baru bisa berangkat menuju masjid nabawi.

DSC_0210.JPG
Suasana didalam pesawat garuda JKT-MED

Ahad, 10 Robi’ul Awwal 1440H

Ahad menjadi hari pertama dari 3 hari di madinah, dari jam 12 malam sampai subuh kita ke raudhoh, lalu istirahat hingga jam 10. Jam 10 kita kembali ke raudhoh hingga dzuhur berjamaah disana.

DSC_0415.JPG
Langit subuh di Madinah

Selepas makan siang kita istirahat hingga ashar lalu kembali ke mesjid dan berlanjut dengan kunjungan ke museum al-qur’an. Terus disana hingga maghrib, dinner dan istirahat.

P_20181118_172028.jpg
Qur’an klasik tanpa harokat dan titik yang ditampilkan di museum Al-Qur’an

Senin, 11 Robi’ul Awwal 1440H

Hari kedua dari 3 hari di madinah. Hari ini badan sudah mulai merasa kurang enak jadi tidak tahajud lama di nabawi, hanya start jam 3 saja. Selepas subuh kita makan lalu city tour ke masjid quba, masjid bilal, bukit uhud, masjid qiblatain dan masjid tujuh (lokasi pos perang khandaq) lalu kembali ke hotel dan shalat dzuhur.

DSC_0486.JPG
Salah satu pemandangan di kota suci madinah

Selepas dzuhur kita istirahat, selepas ashar hingga maghrib kita di nabawi, lalu makan dan kembali shalat sebelum akhirnya kembali untuk mengikuti manasik kecil untuk persiapan besok berangkat umroh.

P_20181118_162412.jpg
Salah satu suasana di Masjid Nabawi

Malam itu malam maulid Rasulullah SAW. Makam Rasulullah SAW terakhir saya lihat ditutup ba’da isya, jam nya akhwat masuk ke raudhoh mungkin, saya fikir. Malamnya saya ada rencana untuk kembali kesana, tapi saya lebih memilih istirahat saja, besok saya mau umroh, perlu tenaga.

P_20181118_164701.jpg
Tampak payung masjid Nabawi setengah tertutup

Selasa, 12 Robi’ul Awwal 1440H

P_20181120_062842_BF.jpg
Pagi terakhir di madinah, sebelum kembali ke Indonesia

 

Ini hari ketiga, hari terakhir di madinah, itu pun hanya setengah hari saja. dari pagi selepas sarapan saya berniat melepas rindu dengan masjid Nabawi, sengaja saya ke mesjid Nabawi, berfoto di depan kubah makam Rasulullah SAW lalu kembali ke raudhoh lalu shalat dhuhur disana, berziarah ke makam Rasulullah SAW lalu pulang, makan, mandi lalu bersiap berangkat ke mekah.

P_20181119_043839.jpg
Rindu kami padamu ya Rasulullah SAW

Jam 2 kita berangkat, jam 2.30 kita sudah sampai di bir ali, mengambil miqat disana lalu melanjutkan perjalanan dengan total 6 jam hingga ke mekah. Jam 8 kita sampai ke mekah, selepas makan dan shalat jam’ takhir, kita pun berangkat untuk berumroh di jam 11, pegal kaki dan ngantuk saat bersa’i. namun alhamdulillah jam 3 subuh kita sudah bertahalul, 2 jam kita i’tikaf di masjidil harom, tepatnya di bukit marwah menunggu subuh, selepas subuh kita pulang.

P_20181120_154436.jpg
Hampir 80% pemandangan sepanjang perjalanan Madinah-Mekah adalah gunung batu

Rabu, 13 Robi’ul Awwal 1440H

C360_2018-11-21-05-18-24-232.jpg
Saya dan Ibu berfoto bersama kakbah

Dari jam 12 malam hingga subuh kita masih umroh, selepas subuh, kami beristirahat hingga dzuhur, waktu shalat dzuhur saya ketinggalan bus, badan sudah terasa kurang enak. Saya baru bisa kembali ke masijdil haram saat shalat ashar, selepas shalat saya mengambil thowaf sunnah, berlanjut ke maghrib lalu sa’i dan berakhir di shalat isya, lalu kembali pulang. Kaki masih rematik saat sa’i. Selepas isya’, kita makan dan mengikuti tausiyah dari alustadz gus han. Lalu kita kembali beristirahat, besok kita akan kembali umroh sunnah.

p_20181121_055333.jpg
Berfoto di salah satu sudut masjidil harom, selepas umroh

Kamis, 14 Robi’ul Awwal 1440H

P_20181122_084247_BF.jpg
Suasana di Jabal Rahmah, Padang Arafah

Hari kelima perjalanan umroh, hari ke dua di mekah. Selepas shalat subuh kami sarapan. Lalu bersiap berangkat city tour mekah. Kita berangkat mengunjungi jabal tsur, Jabal rahmah di arofah, mina, mudzdalifah lalu ke mesjid ji’ronah untuk kembali mengambil miqat disana.

P_20181122_093843.jpg
Suasana di Mudzdalifah & Mina

Saat dzuhur kita sudah sampai di hotel lalu selepas makan kita berangkat untuk Umroh. Di umroh kali ini lebih bertenaga daripada sebelumnya, seperti Ustadz Adi Hidayat, ibu sempat memegang tangan saya selama beberapa detik selama sa’i bersama, sebenernya pengen bisa benar-benar seperti ustadz adi hidayat, tapi malu.

P_20181122_172759.jpg
Ini hari kamis, menjelang maghrib banyak jamaah yang membagi ta’jil di mesjid

Sempat terpisah dengan rombongan, karena gaya memimpin umroh bersama ustadz bukhori agak berbeda dengan muthowwif sebelumnya. 30 menit menjelang maghrib saya memilih i’tikaf saja daripada harus pulang lalu ketinggalan berjamaah. Meski kaki sudah kembali sakit. Ternyata jangan dipaksakan, pulang dari sana, sepulang ke hotel saya meriang, saya sepanjang sisa malam tidak keluar hotel, istirahat saja, masih meriang.

DSC_0842.JPG
Suasana kota mekah, entah kenapa saya malah rindu hijaunya Indonesia

Ada cerita lucu saat pembagian ta’jil, ada sebungkus kurma dan segelas minuman yang dibagi, awalnya saya fikir itu air jahe jadi langsung saja saya teguk banyak-banyak, ternyata saya lupa ini arab! Mana ada wedang jahe! ternyata itu minuman seperti kuah soto begitu dan rasanya aneh, Dengan terpaksa saya teguk aja, pelan-pelan walau rasanya aneh -_-” Harusnya saya cium dulu, tanya dulu sebelum minum.

P_20181122_085517.jpg
Suasana pedagang di Jabal rahmah

Jum’at, 15 Robi’ul Awwal 1440H

P_20181123_053850.jpg
Hujan di Mekah

Hari keenam perjalanan umroh, hari ke-3 di mekah, saya masih meriang, sampai-sampai shalat jum’at pun tadinya saya mau udzur, namun selepas istikhoroh, saya paksakan saja jum’atan di masjidil haram. Alhamdulillah, saya justru sehat. Saran saya bagi yang jum’atan jangan lupa bawa handphone dan headset lalu nyalakan radio, karena meski khutbah menggunakan bahasa arab, namun di radio di frekuensi 90.9 FM disiarkan khutbah bahasa indonesia.

P_20181123_054139.jpg
Air menggenang di masjidil Harom saat hujan

Ternyata hari ini kami bisa menyaksikan hujan lebat di mekah, waktu itu hari jum’at selepas subuh hujan mengguyur mekah, amat lebat, petirnya pun dahsyat. Sampai sekitar jam 7 kami tertahan di masjidil harom. ya Allah beri kami hujan yang barokah. Saya fikir pelataran kakbah akan kosong saat hujan, ternyata malah penuh!

P_20181123_125123.jpg
Padatnya masjidil harom seusai shalat jum’at

Selepas shalat jum’at, saya pulang untuk makan lalu kembali ke menara zam-zam untuk membeli oleh-oleh bersama pak ramadhan dan beberapa jama’ah lainnya. sampai shalat berjamaah ashar. Sayang seribu sayang, sepulangnya ke hotel, kesehatan saya drop lagi. Jum’at itu menjadi perpisahan saya dengan masjidil haram, ashar itu menjadi shalat terakhir saya di pelataran masjidil haram, saya sakit sampai kembali ke Indonesia.

P_20181123_150440.jpg
Suasana pasar dibawah menara Zam zam

Sabtu, 16 Robi’ul Awwal 1440H

P_20181124_150057.jpg
Monyet gurun turun gunung di tengah perjalanan kami kembali ke Bandara Madinah

Saya terlalu rindu dengan keluarga, saya terlalu mengingat mereka. Sejak jum’at sore saya kembali ngedrop, saat subuh teman-teman jamaah lain mengambil thowaf wadha, saya masih menggigil, kedinginan, saya demam.

P_20181122_093942.jpg
Sebuah kenangan, suasana di Mina

Saat waktu dhuha, teman-teman pada berbelanja oleh-oleh, ah andai sehat, saya ingin bersilaturahmi sekali lagi ke masjidil haram, berdo’a disana, berfoto sesekali 🙂 tapi saya sakit. Mau bagaimana lagi? Kami berangkat kembali ke madinah selepas dzuhur, Saat jam 5.30 kita sudah sampai Bandara Madinah.

C360_2018-11-21-05-21-28-683.jpg
Sebuah kenangan seusai mengambil miqat ihrom di Mesjid Dzulhulaifah

Ada cerita menarik yang ingin saya bagi, soal sendal 🙂 Waktu di mesjid Nabawi, sendal sudah 2 kali hampir hilang, yang pertama ternyata diambil sesama jamaah dan saya tidak tahu, ke dua saya salah menngingat nomor rak sehingga saya fikir hilang, ternyata saya sendiri yang salah. Waktu di mekah kejadian seperti itu hampir tidak terulang karena sendal hampir selalu saya bawa masuk tas kecil. Ternyata sendal baru hilang waktu di mushola bandara. Ah, hidup kadang begitu, unpredictable.

DSC_0271.JPG
Suasana bandara Madinah

Jam 23.00 kami mengantri masuk ke pesawat, sambil meriang, masih sakit, ingin pulang. Dan ada sedikit sesal karena tidak membawa botol zam zam, tidak ada penahanan barang bawaan khususnya air ternyata di bandara madinah ini. Tidak banyak foto yang diambil sepanjang perjalanan, badan beneran tidak sehat, tidak semangat mengambil gambar.

Ahad, 17 Robi’ul Awwal 1440 H

Harusnya saya bersedih meninggalkan kota suci ini. Tapi saat itu, saya agak bahagia. Pasalnya badan sudah kangen bukan kepalang, meronta-ronta saja dia, minta menginjak kembali Indonesia. Tapi sekarang saat melihat-lihat fotonya lagi, saya kembali kangen dengan tanah suci, rasanya pengen balik lagi aja, apalagi saat kembali membaca fadhilah keutamaan Umroh.

DSC_0867.JPG
Najmi di Bus saat perjalanan kami pulang

Terbukti saat itu, saat menginjak kembali Indonesia di Bandara Soekarno hatta dan bertemu Bapak dan najmi, badan rasanya lebih terasa enak.

Hari ahad kali ini datang di atas pesawat udara. Meski tidak selama saat berangkat rasanya, tapi rasa kurang nyaman, kurang sabar, ingin segera bertemu anak-anak khususnya jabir, bagaimana kabarnya sekarang? Maklum, saat saya berangkat, Jabir masih di ICU.

P_20181127_161651.jpg
Ada rasa syukur saat kembali melihat tanah di Indonesia yang subur begini

Saya beberapa kali menangis di Madinah, saat bershalawat di hari lahir nabi, di dekat makam Rasulullah SAW, Saya pun sedikit memaksa diri menangis saat melihat ka’bah, saya kesal dengan diri saya yang justru berfikir dan menganalisa saat melihat ka’bah. Kenapa saya malah menganalisa?

P_20181122_060244.jpg
Kenangan saat berada di Masjidil Harom

Akhirnya saya kembali menangis saat berpisah dengan para jama’ah, bagaimanpun mereka tokoh-tokoh hebat yang sudah berdedikasi sebegitu lama dan hebat dalam kehidupannya masing-masing, saya terharu saat menyadari kami mungkin tidak akan bertemu lagi, Namun lagi-lagi hidup harus terus berlanjut.

P_20181122_182547_BF.jpg
Kenangan : foto bersama Gus han

Sampai di Jakarta jam 12.30 kami keluar bandara, pembagian koper lalu pengaturan transportasi, dan pulang di jam 4 dari Jakarta dengan menaiki bus yang kebetulan searah menuju sukabumi dan kebetulan kosong. Ada kabar duka juga hari itu, anak seorang tokoh di kampung kami ada yang meninggal karena kecelakaan bermotor di jalan dekat rumah yang hampir jarang sekali ada kecelakaan disana, bahkan mungkin tidak pernah, tapi qadarullah beliau lebih dicintai Allah SWT. Semoga beliau wafat husnul khotimah, aamiin.

DSC_0834.JPG
Kenangan : Suasana hotel Le meridien di Mekah

Jam 20.30 kami sampai rumah, dengan sedikit insiden tas yang berisi kamera dan oleh-oleh tertinggal di cibolang, saat kami hendak naik gokar, ternyata ada satu tas yang tertinggal. Qadarullah ada jamaah lain yang bersedia menyelamatkannya. Akhirnya besoknya tas diantar kerumah. Alhamdulillah.

DSC_0860.JPG
Kenangan : Suasana di Jabal Rahmah

Jarir sempat ketakutan bertemu saya, mungkin karena terlalu lama gak ketemu, mungkin karena sekarang saya botak, sampai terakhir ketemu Jarir masih sering tiba-tiba nangis jika saya panggil, lucu sih, jadi greget liatnya.

P_20181122_080409.jpg
Kenangan : Suasana bahagia para jamaah

Perjalanan Umroh ini menempuh cerita panjang, berawal dari broadcast WA seorang teman yang jadi agen allianz saya menulis cerita di bulan Mei, di bulan Juli pengumuman 50 besar keluar lalu dilakukan voting hingga september. bulan oktober pengumuman keluar lalu kami sibuk mengurus dokumen untuk persiapan umroh. Alhamdulillah pekan ini kami umroh, Qadarullah. Di tasyakuran pengajian untuk umroh saya bercerita bahwa tahun 2010 saya pernah meminta do’anya ibu untuk niat saya mengajak beliau pergi ke tanah suci. Alhamdulillah, lewat program ini do’a itu bisa terwujud, saya pun jadi teringat hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan do’a orang tua. Alhamdulillah. Semoga kami beserta jamaah semuanya, bisa mendapat pahala umroh yang sempurna dalam perjalanan ini dan semoga bagi allianz syariah yang menyelenggarakan kado umroh allianz ini, bisa mendapatkan kesuksesan dan makin maju dengan program ini. Aamiin.

 

 

P_20181122_061732.jpg
Kenangan : salah satu gerbang masjidil harom

Untuk cerita perjalanan yang lebih detail selama di madinah, silahkan berkunjung ke catatan ini : https://sepulangkerja.wordpress.com/2018/12/06/cerita-perjalanan-umroh-cerita-ibadah-di-madinah-hari-ke-1-sampai-ke-3/ (Cerita Perjalanan Umroh di Madinah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.