Refleksi

Menemukan Alasan Untuk Apa Saya Dilahirkan


Untuk apa dirimu dilahirkan?

Mas Panji Pragiwaksono di salah satu vlognya sempat bilang dengan yakin bahwa mungkin alasannya terlahir di dunia adalah untuk membuat orang lain tertawa. Ya, jadi stand up comedian mungkin adalah jalan hidupnya.

Ya Allah, bagaimana bisa beliau bsia begitu yakin? Lalu apa alasan saya hidup? Untuk apa saya hidup sebenarnya?

Beberapa orang menjalani hidup dengan mudah,  misalnya mewarisi Pondok Pesantren dari Orang tuanya, mewarisi kekayaan dan usaha orang tuanya, mewarisi pabrik, hotel, tempat wisata, ketenaran, maupun pengusahaan lainnya. Jadi, kalau ada yang mudah ngapain susah-susah? Mereka mungkin tinggal belajar dengan penuh keyakinan di bidang yang sudah diwariskan. Lalu berprofesi disitu, sukses disitu, mati di posisi itu.

Sebelum dilanjutkan saya ingin berbagi sebuah cerita tentang 2 orang yang saya kenal. Yang satu seorang pria yang bekerja sebagai maintenance pabrik, kalem, baik, sering tersenyum. Terlihat tegar meski pekerjaan terhitung berat dan gaji tidak lebih tinggi dari pegawai kantoran. Bekerja panas-panasan lagi, tapi entah beliau suka mengeluh kesiapa, atau mungkin tidak pernah mengeluh? Lihat wajahnya pun adem. Terlihat tabah dan bersahaja.

Di satu sisi saya punya teman di kantor, bicaranya keras, seringkali mengeluh tentang apapun : Jalanan macet, makan siang, makan malam, cuaca hujan, posisi duduk, kerjaan, sampai masalah keluarga. Meski bergaji besar, suami pun bekerja, keluarga pun sehat, entah mengapa kok rasanya kurang nyaman gitu di dekatnya.

Kalau pembaca jadi saya, lebih nyaman deket yang mana? Ya, Aa gym juga pernah bilang, kalau orang yang akhlaknya baik, kita dideketnya pun nyaman. Beda dengan dekat orang yang akhlaknya kurang baik, misalnya ya… itu, pengeluh, pedumel.

Tapi lantas saya bertanya pada diri saya sendiri : Sejak kembali ke Jakarta, saya tidak memiliki banyak teman di tempat kerja, hanya beberapa saja, paling ya sesama suku sunda maupun beberapa orang yang memang saya kenal dari pertama masuk kerja. Kenapa ya? Saya takut, mungkin akhlak saya tidak baik. Ya Allah, tolonglah hamba, arahkan hidup hamba.

close up of teenage girl
Photo by Pixabay on Pexels.com

Saya sempat baca dari sumber yang saya lupa, mungkin deddy corbizier sepertinya, bahwa kita harus hidup untuk memperjuangkan ingin dikenal sebagai siapa saya setelah mati?

Kita mengenal Imam syafi’i sebagai ulama madzhab, ada yang mengenal KH. M. Jihad guru saya sebagai pengasuh pondok pesantren, ada yang mengenal Mama Masthuro sebagi penulis kitab dan pimpinan pondok. Lalu, jika saya mati saya akan dikenal sebagai siapa? Karyawan Pabrik?

Enggak, saya selalu yakin dan berharap. Semoga Allah SWT mewafatkan dalam husnul khotimah. Tapi setelah mati, saya dikenal sebai siapa? Ini pasti perlu persiapan yang lebih baik.

Terkadang saya ingin bisa fokus, seperti Frank Sinatra dengan suaranya, Marie Kondo dengan ilmu beres-beresnya, Tung Desem Waringin dengan Ilmu Marketingnya, Mas Panji tadi dengan stand up nya, Sule dengan komedinya, Imam Syafi’i dengan Ilmu fiqihnya, Imam Bukhori dengan ilmu haditsnya, Aa gym dengan manajemen qolbunya, KH. Arifin Ilham dengan dzikirnya. dan lain sebagainya.

Sebagainya saya tidak ingin mempelajari banyak hal, berganti-ganti fokus seperti sekarang. Saya ingin menjadi seorang expert di satu bidang, dikenal sebagai ahli di satu bidang. Tapi apa?

Salah satu cara yang bisa saya lakukan, mungkin dengan menganalisa apa yang saya suka selama ini.

Apa sih yang saya suka ?

Ada orang yang memang fokus hidupnya pada apa yang dia suka, misalnya tony hawk dengan skate boardnya, atau edi the eagle dengan olimpiade musim dinginnya, atau seseorang di film tentang jalan di tali. Sepertinya alangkah bahagianya mereka.

Memang sih, terkadang semua idealisme tersebut tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, misalnya mike sinoda yang bunuh diri meski menjalani hidup dalam passionnya. Kehidupan dunia kan sebenarnya fana. Dan usai sudah diskusi jika sampai titik ini.

adult band concert dark
Photo by Zeke Nesher on Pexels.com

Ya, mungkin ini hanya bagaimana bisa menjalani hidup dengan baik dan benar, penuh semangat, disamping tugas utama untuk ibadah. Karena Ibadah bukan profesi, bukan kegemaran, bukan kesukaan. Ibadah itu kewajiban.

– Astronomy – 1995
Saya sempet suka Astronomi, lihat peta rasi bintang, melihat bulan-bulan. Ini waktu kecil, apalagi saat nonton film petualangan Sherina yang mengenalkan Betelgusa. Dan kegemaran ini berhenti begitu saja, mungkin karena sadar bahwa agak jauh sepertinya jika saya menjadi ahli astronomi apalagi jadi astronot.

Tapi apa harus jadi pakar astronomi seseorang yang gemar dengan astronomi? Baca Life science atau national geographic. Pembacanya, pelanggan setianya yang beli majalah tiap bulan. Apakah latar belakang mereka adalah para ahli? Belum tentu kan? Lalu para editorial nya, apakah mereka para ahli astronomi? Belum tentu juga.

Jadi, wahai diri saya sendiri apakah masih tertarik dengan astronomi? Entahlah, mungkin skor 1-5 saya beri skor 2,

– Musician 2004
Dari SD saya suka musik, saya tidak begitu terpesona dengan lagu anak-anak, meski rajin nonton tralala trilili. Saya mulai agak terbuai saat mendengar lagu malaysia, meski sampai sekarang saya tidak begitu faham maknanya.

Saya sempat bercita-cita ingin jadi penyanyi dan mulai serius negband dari era SMA hingga kuliah. Sempat beberapa kali bergabung dan membentuk band dengan teman SMA dan tetangga kampung. Tapi ujungnya, hanya sebuah lagu berjudul Carissa yang kami rekam di era 2008’an. Sebelum akhirnya saya bekerja di Pabrik, lalu bubar.

Saya sempat jadi vokalis lagu pop, rock, hardcore sampai lagu punk. Tapi belakangan saya jadi vokalis hadroh, bersholawat di perumahan.

Meski gemar, musik juga nampaknya bukan jalan hidup saya. Apa jadinya gemar tanpa penggemar, hehehe. Mungkin suara saya hanya bagus bagi sebagian komunitas, tidak cukup memikat untuk jualan. Saya menyukai menyanyi, musik, dan pastinya shalawat hanya sebagai hobi dan shalwat, juga bernilai ibadah, bukan?

– Memikat wanita 1996

Ini adalah ketertarikan yang aneh yang pernah saya pelajari secara “resmi” di tahun 2005’an. Sudah saya bilang bahwa saya terlalu awal mengenal yang namanya “cinta” dan saya rasa, ketertarikan pada lawan jenis dengan tanpa adanya bimbingan yang baik menjadi biang keladi terbuangnya waktu saya sekian lama hingga akhirnya menikah di tahun 2013.

Saya hanya ingin menyadarkan, tentang pentingnya membimbing anak khususnya dalam kehidupan pribadinya. Perlu dikenalkan dengan baik tentang bagaimana dia harus memprioritaskan hidupnya. Caranya bagaimana? Mari kita belajar sama-sama.

Ya, saya ingat pernah sekali membaca buku bagaimana memikat wanita dan begitu percaya dengan kisah seorang playboy yang berhasil memikat banyak wanita dan agak “pusing” kenapa saya susah mendapatkan satu saja? Haha, lucu, tapi memang miris. Seperti sekarang, mau nentuin alasan dilahirkan yang mana aja, masih susah.
– Broadcasting 2007
– Computer Hacking – 2008
– Application programming 2009
– Self development : Leadership 2010
– Islamic knowledge : Tajwid & Tahfidz 2010
– Graphical designer 2010
– Lean Manufacturing : 2010
– Manufacturing management : 2010
– Forex trading 2012
– Parenting 2012
– Financial Budgeting 2013
– Self development : motivational 2013
– Investment – 2015
– Web programming 2016
– Self development : hypnotherapy & healing 2013
– Self development : Marketing 2017
– Islamic knowledge : Tafsir 2017
– SEO & SEM – 2018

What business you like ?

Saya sempat memulai ataupun menjalani beberapa bisnis. Inilah listnya :

– Pabrik snack kecil – 2007
– Jualan Pulsa – 2008
– Gojek – 2014
– Buka kursus – 2014
– Jualan snack – 2014
– Pabrik snack besar – 2017
– Jualan rumah – 2018
– Frozen food – 2018
– Gofood Snack – 2018

Goal

Saya juga sempat memiliki main goal, atau sebuah achievement yang menurut saya kala itu adalah achievement Jangka Panjang, inilah list nya :

– Rumah saung – 1997
– Komputer – 2004
– S1 – 2004
– Keliling dunia – 2007
– Rumah – 2007
– Haji – 2010
– TK & Sekolah – 2013
– S2 – 2013
– Pesantren – 2014
– CPNS – 2017
– S3 – 2018

What Is Your Islamic Goal ?

Saya seorang muslim, dan pastinya memiliki goal tersendiri dalam keislaman, misalnya berikut ini :

– DKM – 2010
– Hafidz – 2013
– Ulama – 2018

What hobbies you like?

– Traveller – 1995
Seingat saya, saya pernah berkeinginan waktu kecil untuk berkeliling dunia dengan balon udara berbentuk karet gelang yang saya mainkan, tapi hanya sekilas lalu saja.

Waktu SD saya sudah gemar berkeliling Sukabumi, di kelas 6 saya sudah berani ke Pelabuhan Ratu sendiri.

Waktu SMP saya mulai berani ke Bogor, Bandung & Jakarta. Bermain ke rumah teman, menginap, melihat dunia lain. Tak ada motif apa-apa, hanya bersenang-senang.

Hingga bekerja di Tangerang, saya memang suka bepergian, masih di sekitaran Jakarta, Jawabarat dan Banten. Saya ingat, waktu pertama kali ke Tangerang, saya sampai membuat peta perjalanan selama saya kerja di Banten.

Perjalanan keluar jawa pertama itu terjadi saat saya bekerja di Batam, lalu perjalanan terjauh saya adalah Ibadah Umroh di Bulan November kemarin. Berhasil mengunjungi banyak tempat masih menjadi nikmat yang sangat luar biasa bagi saya, meski demikian, saya masih belum menemukan arti sejati dari sebuah perjalanan yang mungkin para traveller sudah menemukannya.

– Reading 1995
Dari kecil saya suka membaca, bapak penyemangatnya yang rajin membelikan majalah Bobo di waktu SD. Entah kenapa, saya suka berkunjung ke perpustakaan SD, meski sepi dan tak banyak orang, mungkin karena saya ingin mengetahui banyak hal. Ya, saya hampir lupa bahwa saya masih saja menjadi orang yang ingin tahu banyak hal. Saya ingin mampu menjawab banyak pertanyaan, membantu setiap orang yang kebingungan, mengajak orang lain menemukan cara tercepat, termudah, terhebat. Saya suka membantu orang.

photo of man in white dress shirt holding phone near window
Photo by bruce mars on Pexels.com

Tapi untuk bisa membantu orang, saya harus banyak tahu. Saya harus belajar, itulah mengapa saya suka membaca. Saya pun sebenarnya suka sekali berteman dengan orang yang lebih pintar, pokoknya saya suka belajar. Tapi saya pemalu, ayolah, jadilah pemberani! Saya takut diperolok, saya takut terlihat bodoh, saya tidak suka diremehkan. Ah, ternyata masih ada sifat baperan macam ini di hati saya.

Untuk ketakutan, beranilah, untuk perasaan diremehkan, cueklah. Begitulah hidup. Berbahagialah!

Saya baca segala jenis buku, dari mulai atlas hingga buku sejarah, novel hingga buku matematika. Saya bangga melihat kartu perpustakaan penuh daftar buku sewaktu SMA.

– Writing 1997
Menurut saya, mungkin mereka yang rajin membaca ingin jadi penulis. Saya pernah mencoba ingin menulis cerpen atau mungkin cerbung untuk majalah Bobo, tentang detektif. Waktu itu sedang booming detektif conan, mungkin sekitar kelas 3 SD. Tapi cerbung itu urung saya kirimkan.

Saya coba menulis lebih aktif saat SMA, saya sering menulis puisi, lagu, cerpen. Saya ingin jadi penulis, tapi tidak ada yang suka tulisan saya.

Menulis menjadi penyalur saya menghabiskan waktu dengan damai, sarana terapi saat menulis cerita keseharian dari kurun 2007 hingga 2013. Sayang, ceritanya kebanyakan dibakar. Karena lebih banyak aib daripada pelajaran. Meski mungkin ada pelajaran juga, biar anak remaja tidak terjerumus pada pertimbangan yang salah dalam kehidupan khas remaja : Cinta, gaya hidup dan prioritas hidup. Mungkin suatu saat saya harus menulis ini.

Beberapa curhatan, puisi dan cerbung di masa itu berhasil terselamatkan karena saya menulis di FB.

Sebenarnya saya kenal blog dari 2007, tapi baru aktif menulis hingga tiap pekan dengan viewer 200 perhari itu ya akhir-akhir inilah di 2017-2018.

Sebelumnya saya pernah sedikit agak aktif di zaman multiply dan friendster, tapi kemudian saya tinggal pergi setelah sibuk dengan kehidupan sendiri yang entah kemana ujungnya, hingga akhirnya mereka punah, dan saya tidak sempat backup -_-”

– Moviegoer – 1997
Nonton film pertama itu bareng bapak di tahun 97, film Fatahillah. Saya belum terlalu ngerti. Namun momen ini yang sering saya salahkan sebagai pemantik saya suka bioskop.

Mulai rajin nonton itu di era 2000’an, mulai dari 30 hari mencari cinta hingga tusuk Jailangkung sampai akhirnya Bioskop di Sukabumi tutup karena bangkrut. Sebenarnya di era itu banyak juga Bioskop di Sukabumi misalnya di shopping center & Capitol, tapi saya tidak berani kesana, meski murah, katanya Bioskop disitu cenderung mesum, gelap, kotor, dan filmnya pun hanya film tabu.

– Gaming 2000
– Movie creator 2005
– Photographic & editing 2007
– Blogging 2007
– Social media – 2007
– Gadget updated – 2007
– Youtuber – 2013
– Planting 2017
– Fish & Aquarium 2018
– Chicken breed 2018
– Trainer & Motivator – 2018
– Health Therapist – 2018

What topic you don’t interesting yet?

– sepeda motor & modifikasi
– olah raga sepak bola
– berburu
– outbond
– motor sport
– mobil
– kesehatan

Akan terlalu panjang jika saya bahas hingga selesai satu persatu. Yang pasti, sampai hari ini, saya memang ingin memahami dengan baik satu bidang saja, misalnya seperti tentang penentuan tujuan hidup ala Mas Ali, atau tentang kiat membaca cepat seperti mailing list yang belakangan saya terima dari aquariuslearning. Tapi entah kenapa, saya masih merasa sayang kehilangan sisi lain dunia.

Memang terlalu rakus dan tidak masuk akal jika menyadari bahwa waktu hidup ini terlalu singkat untuk memahami segala hal, mempelajari segala hal. Meski sepenuhnya sadar, bahwa memahami banyak hal, mungkin tidak akan membuat saya istimewa.

Tapi ya sudahlah, setiap orang memiliki kecepatannya masing-masing, saya masih belum mau fokus di satu pilihan saat ini. Namun mudah-mudahan Allah SWT memberi saya waktu yang lebih panjang untuk belajar hingga akhirnya menjadi spesialis di satu bidang.

Entah kenapa, saya masih belum ingin mempersempit langkah itu. Semoga Allah SWT meluruskan saya, jika saya salah dan menolong saya ke posisi yang lebih baik lagi.

Berbuat baik tidak perlu posisi, beribadah tidak perlu profesi, beribadah tidak perlu momentum. Karena dia terus berlanjut hingga kita dipanggil untuk pulang. Dan saya hidup untuk ibadah. Semua kegiatan ini sejatinya memang hanya mengisi waktu luang selagi menanti waktu shalat.

Iklan

5 tanggapan untuk “Menemukan Alasan Untuk Apa Saya Dilahirkan”

  1. Hm….postingannya beneran serius lho….tapi menurut saya kalau ingin expert terhadap sesuatu ya tekuni saja. Tekun saja kuncinya. Trus, ingin mati dikenang sebagai siapa? Saya juga sempat mikir begitu, cuma lingkupnya saya kecilin dulu di keluarga, lingkungan sekitar, lingkungan pertemanan mungkin nanti baru melebar ke lingkungan nasional dan internasional, hehehe dalam bidang fokus yang sama.

    Semoga yang dicita-citakan segera tercapai, ya….Salam.

  2. Iya, tapi mungkin terlalu berharap bahwa kita bsia jadi orang yang spesial kali gitu ya mbak. Tiba2 saja kemarin nemu buku “sebuah seni untuk bersikap bodo amat” karya mark manson dan ternyata, hidup ternyata tidak harus sepesial itu pun, kita bisa tetap bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.